Di bawah ini adalah ulasan dua software desain grafis tersebut serta perbandingannya.
Mula sekali sejak author mengenal dunia grafis software yang sering author ialah CorelDRAW, mungkin karena perintah tugasnya seperti itu. Setelah beberapa tahun menggunakan CorelDRAW untuk proses tracing, author diperkenalkan oleh Adobe Illustrator. Interface yang hampir mirip dengan, Adobe Photoshop yang memliki tahun rilis yang sama. Namun begitu, palet-palet yang ada di AI ini cukup membingungkan bagi user yang baru pertama kali menggunakan produk Adobe.
Bagi pengguna yang baru menggunakan software desain vector CorelDRAW cukup dimudahkan dengan tampilan kerja yang user friendly. Inilah yang selalu dilirik oleh user di Negara kita.
Nah, itulah pembukaan inti dari artikel ini. Author akan mencoba menjelaskan beberapa Kelebihan dan Kekurangan secara netral.
Kelebihan Adobe Illustrator
- Mudah diintegrasikan dengan software Adobe yang lain, misal kembaran dia alias Photoshop.
- Untuk pengerjaan ilustrasi sangat powerful dan ringan.
- Fitur lengkap, seperti palet layar di Adobe Photoshop yang sering digunakan desainer grafis untuk mengkoordinasi layar.
- Memiliki beberapa efek yang ada di photoshop.
- Dapat membuka file-file besar, tanpa ada gejala lag, tergantung kecocokan sama PC sih.
- Kualitas warnanya sangat baik, warna output di monitor dengan print outnya hampir mendekati sama.
- Warna tampilan interface yang menarik, apalagi Adobe Illustrator CS 6 keluar dengan tampilan baru warna hitam yang menambah kesan sangar pada produk Adobe tersebut.
- Pengaturan layout yang mumpuni dan cepat dalam pengerjaannya.
- Shortcut yang mudah dihafal dan diaplikasikan
- User friendly
- Snap to object nya sangat bermanfaat
- Banyak percetakan di Indonesia yang menggunakan perangkat lunak ini.
- CorelDRAW jauh lebih mumpuni untuk bermain bezier dibanding Illustrator
- CorelDRAW lebih mumpuni untuk multi-page document
- Pengerjaan Layoutnya lebih ribet dan sedikit memakan waktu
- Fitur power clip-nya tidak user friendly
- Di Indonesia masih banyak tempat produksi alias percetakan yang belum support dengan software ini
- Masih sedikit tutorial nya di internet
- Fitur minim
- Untuk loading file besar kurang bisa di handle jadi bisa membuat software lambat
- Warna di monitor dengan hasil cetakan printer kadang tidak sesuai.
- Akhir akhir ini banyak kegagalan bajak.
CorelDRAW tidak bisa disalahkan dalam kasus ini, karena ada beberapa faktor, yaitu
- Pengaturan warna alias RGB-CMYK. Ini kesalahan terbesar karena sering terjadi, bahkan seorang pro pun
- Jenis kertas. Misal ada yang nge print pada kertas Art paper, glossy paper sama kertas biasa tentu aja beda,
- Tinta yang digunakan. Jujur Author pernah tertipu tinta murah di mall, begitu dipakai langsung ngadat kayak pulpen yang akan menerima ajalnya. Dan akhirnya mau diservis malah yang nyervis sampai nyerah. Dan harus beli printer baru..
0 comments:
Post a Comment